Kualitas Produk Perangkat Lunak 2


Sebelum lebih jauh mengenal bagaimana kualitas produk perangkat lunak, saya akan menjelaskan beberapa istilah dan karakteristik perangkat lunak dan kualitas produk perangkat lunak sehingga kita lebih mudah mengerti bagaimana kualitas itu dapat terjadi.

Perangkat lunak (software) adalah program komputer yang terasosiasi dengan dokumentasi perangkat lunak seperti dokumentasi kebutuhan, model desain, dan cara penggunaan (user manual). Sebuah perangkat lunak juga sering disebut dengan sistem perangkat lunak. Sistem berarti kumpulan komponen yang saling terkait dan mempunyai satu tujuan yang ingin dicapai.

Untuk memperoleh pemahaman tentang perangkat lunak, penting juga untuk mengetahui karakteristik perangkat lunak yang membuat software berbeda dari hal-hal lain yang dibangun oleh manusia. Ketika software dibuat, proses kreatif manusia (analisis, desain, konstruksi, pengujian) diterjemahkan ke dalam bentuk fisik.

Perangkat Lunak lebih merupakan elemen logika dan bukan merupakan elemen fisik. Dengan demikian, software memliki cirri yang berbeda dari hardware/perangkat keras, yaitu :

  1. Perangkat lunak dibangun dengan rekayasa bukan di produksi secara pabrikan.
  2. Perangkat lunak tidak pernah usang karena kecacatan perangkat lunak dapat diperbaiki.
  3. Barang produksi pabrikan biasanya komponen barunya akan terus diproduksi, sedangkan perangkat lunak biasanya terus diperbaiki seiring bertambahnya kebutuhan.

Kriteria Perangkat Lunak

Rosa dan Shalahuddin (2013:5) dalam bukunya mengungkapkan karakteristik perangkat lunak sebagai berikut :

  1. Maintainability : Dapat terus dipelihara setelah perangkat lunak selesai dibuat seiring berkembangnya teknologi dan lingkungan.
  2. Dependability dan Robust : Dapat diandalkan dengan proses bisnis yang dijalankan dan perubahan yang terjadi.
  3. Efisien dari segi sumber daya dan penggunaan.
  4. Usability : Kemampuan untuk dipakai sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Rosa A.S & M.Shalahuddin (2013:5) “Dari kriteria diatas maka perangkat lunak yang baik adalah perangkat lunak yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan (customer) atau user (pemakai perangkat lunak) atau berorientasi pada pelanggan atau pemakai perangkat lunak, bukan berorientasi pada pembuat atau pengembang perangkat lunak”

Dapat kita ketahui bahwa Kualitas perangkat lunak adalah keberadaan karakteristik dari suatu produk yang dijabarkan dalam kebutuhannya, artinya kita harus melihat terlebih dahulu karakteristik-karakteristik apa yang berhubungan atau tidak dengan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh user. Seperti halnya kutipan berikut oleh Rosa A.S & M. Shalahuddin (2013:5) sebagai berikut :

Perangkat lunak yang baik adalah perangkat lunak yang fokus pada pengguna atau pelanggan.

Konsep Kualitas Perangkat LunakMenurut Roger S.Pressman (2002:108), “Kualitas sistem, aplikasi atau produk merupakan persyaratan yang menjelaskan masalah, desain model solusi, kode yang membuat program dapat dieksekusi dan pengujian yang menguji perangkat lunak untuk menemukan kesalahan”.

Perekayasa perangkat lunak yang baik menggunakan pengukuran untuk menilai kualitas model analisis, desain, kode sumber, dan test case yang dibuat ketika perangkat lunak direkayasa. Untuk mencapai penilaian kualitas real-time, perekayasa harus menggunakan pengukran teknis untuk mengevaluasi kualitas dalam cara-cara yang obyektif.

Menurut McCall yang dikutip oleh Roger Pressman dalam bukunya Rekayasa Perangkat Lunak (2002 : 611) mengusulkan kategori yang berguna mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi perangkat lunak. Berfokus pada 3 hal penting produk perangkat lunak karakteristik operasional, kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Faktor – faktor kualitas perangkat lunak McCall terdiri dari :

  1. Kebenaran adalah tingkat dimana program memenuhi spesifikasinya dan memenuhi sasaran misi karyawan.
  2. Reliabilitas adalah tingkat dimana sebuah program dapat diharapkan melakukan fungsi yang diharapkan dengan ketelitian yang diminta.
  3. Efisiensi adalah jumlah sumber daya penghitungan kode yang diperlukan oleh program untuk melakukan fungsinya.
  4. Integritas adalah tingkat dimana akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yang tidak berhak dapat di kontrol.
  5. Usabilitas adalah usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan input, dan mengintrepretasikan output suatu program.
  6. Maintanabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk mencari dan membetulkan kesalahan pada sebuah program.
  7. Flexibilitas adalah usaha yang diperlukan untuk memodifikasi program
    operasional
  8. Testabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk menguji sebuah program untuk memastikan apakah program melakukan fungsi – fungsi yang dimaksudkan.
  9. Portabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari satu perangkat keras dan atau lingkungan.
  10. Reusabilitas adalah tingkat dimana sebuah program (bagian dari suatu program) dapat digunakan kembali di dalam aplikasi lain.
  11. Interperabilitas adalah usaha yang diperlukan untuk merangkai satu sistem dengan yang lainnya.

Berikut contoh penelitian analisis untuk menentukan kualitas perangkat lunak

Jurnal analisis kualitas perangkat lunak terhadap Sistem Informasi UNIKOM

Berdasarkan jurnal yang saya baca ini terdapat penggunaan model kualitas McCall yang seperti penulis sebutkan diatas kualitasnya.

Mempunyai  5 kriteria, yaitu:

  1. Decomposability
  2. Composability
  3. Understandability
  4. Continuity
  5. Protection

Metode Penelitian 

Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah :

  1. Penentuan Konsep Keilmuan Kualitas Perangkat Lunak
  2. Identifikasi Parameter Kualitas Perangkat Lunak
  3. Observasi Kasus Uji
  4. Pengisian Komponen Kualitas Perangkat Lunak.

Hasilnya

Model proses yang sering digunakan UNIKOM dalam mengembangkan perangkat lunak adalah model prototyping dan incremental dapat dilihat di gambar 1 . Ilustrasi dari model prototyping dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 3 : Model Proses Incremental

Gambar 1 : Model Proses Incremental

 Model Proses Prototyping

Gambar 2 : Model Proses Prototyping

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan hasil studi literatur, kualitas perangkat lunak tidak hanya dilihat berdasarkan kesesuaian produk yang dihasilkan akan tetapi dilihat juga berdasarkan penjaminan kualitas selama proses pengembangan perangkat lunaknya. Akan tetapi pada berdasarkan hasil observasi di UNIKOM yang terdapat pada jurnal ini, didapat fakta bahwa belum ada proses pengawasan terhadap proses pembangunan perangkat lunaknya beserta faktor kualitas perangkat lunak pada setiap perangkat lunak yang dibangun. Oleh karena itu dilakukan identifikasi terhadap komponen penjaminan kualitas perangkat yang ada di UNIKOM untuk mengukur kesiapan UNIKOM dalam membangun sebuah perangkat lunak yang berkualitas.

Referensi :

  1. Rosa A.S & M. Shalahuddin. 2013. “Rekayasa Perangat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek)”. Bandung : Informatika.
  2. Pressman, Roger S. 2002. “Rekayasa Perangkat Lunak (Pendekatan Praktis)”. Yogyakarta : Andi.
  3. Bachtiar, A. M & Dharmayanti, D & Sabariah, M. K. “Analisis Kualitas Perangkat Lunak Terhadap Sistem Informasi Unikom”. volume 11, No. 2, http://jurnal.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/volume-11-2/07-miu-11-2-adam-cs.pdf/pdf/07-miu-11-2-adam-cs.pdf, 4 mei 2016.