Integritas Data 1


data-integrityIntegritas data artinya akurasi dan kebenaran data. Integritas data dalam sebuah sistem basis data harus dijaga untuk menjaga kebenaran data yang disimpan. Ada beberapa cara dan tujuan dalam menjaga integritas data, diantaranya :

  •  Memasukkan aturan bisnis di dalam database
  •  Menjaga agar data yang tidak valid tidak masuk ke database
  • Menjaga konsistensi data pada relasi keterkaitan antar tabel

Mengapa harus menangani integritas data pada level database programming ? Karena :

  • Menangani integritas data pada level database lebih murah dan mudah dibandingkan dengan  menanganinya di level aplikasi
  • Bugs akibat data yang tidak valid pada database tidak mudah ditemukan dan dapat muncul di kemudian hari
  •  Ketahanan database akan lebih kuat untuk jangka panjang jika ditangani dengan benar

 

Pada umumnya ada beberapa jenis integritas data, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Create Domain, yaitu membuat tipe data baru. Fungsi ini biasa digunakan untuk menangani data yang membutuhkan aturan bisnis sendiri, contohnya membuat tipe data khusus untuk angka yang isinya hanya berisi bilangan 0 dan 1.
  • Not NULL, yaitu menjaga agar suatu data tidak kosong dengan kata lain harus ada valuenya. Contohnya NIM pada tabel mahasiswa tidak boleh kosong.
  • Unique, yaitu membuat agar suatu data tidak memiliki nilai yang sama dengan record lainnya dalam tabel yang sama. Contohnya NIM pada tabel mahasiswa.
  • Primary key, merupakan gabungan antara not null dan unique, misalnya NIM pada tabel mahasiswa.
  • Check, memeriksa data dengan aturan bisnisinya sendiri tanpa membuat tipe data baru. Contohnya sebelum memasukkan nilai ujian pada tabel nilai data tidak boleh bernilai negatif.
  • Referential Integrity, adalah integritas pada relasi antar tabel. Contohnya jika kolom NIM mahasiswa pada tabel nilai mengacu ke kolom NIM pada tabel mahasiswa, dan terjadi perubahan (delete atau update) pada NIM di tabel mahasiswa, maka ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan terhadap NIM yang di tabel nilai, diantaranya adalah :
  • Delete cascade, hapus record pada kedua tabel
  • Delete set null, hapus record di tabel asal dan tabel yang mengacu di jadikan NULL
  • Update cascade, perbarui isi record pada kedua tabel

     Studi Kasus

Untuk Integritas Data Dalam kasus PT. KAI terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapatmenyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Kasus ini juga berkaitandengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi

Perbedaan pendapat terhadap laporan keuangan antara komisarisdan auditor akuntan publik terjadi karena PT KAI tidak memiliki tata kelolaperusahaan yang baik. Ketiadaan tata kelola yang baik itu juga membuatkomite audit /komisaris0 PT KAI baru bisa dibuka akses terhadap laporankeuangan setelah diaudit akuntan publik. Akuntan publik yang telahmengaudit laporan keuangan PT KAI tahun 2015 segera diperiksa oleh#adan Peradilan Profesi Akuntan Publik. ,ika terbukti bersalah” akuntanpublik itu diberi sanksi teguran atau pencabutan izin praktek. (Harian KOMPAS Tanggal 5 Agustus 2015 dan 6 Agustus 2006.

Laporan Keuangan PT KAI tahun 2005 disinyalir telah dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu. banyak terdapat kejanggalan dalam laporankeuangannya. beberapa data disajikan tidak sesuai dengan standarakuntansi keuangan. Hal ini mungkin sudah biasa terjadi dan masih bisadiperbaiki. Namun yang menjadi permasalahan adalah pihak auditor menyatakan laporan Keuangan itu wajar. Tidak ada penyimpangan dari standar akuntansi keuangan. hal ini lah yang patut dipertanyakan.

Dari analsis kasus diatas dimana akuntan harus bekerja dengan profesionalisme yang tinggi. Dalam kasus ini akuntan PT. KAI tidak menjaga integritasnya karena diduga telah melakukan manipulasi laporan keuangan.

Contoh lainnya :

contoh dari mekanisme integritas data adalah hubungan orangtua dan anak dengan record terkait. Jika dalam catatan orangtua memiliki satu atau lebih dari catatan anak terkait semua proses integritas referensial akan ditangani oleh database itu sendiri, yang secara otomatis menjamin keakuratan dan integritas data sehingga tidak ada catatan anak bisa ada tanpa orang tua (atau disebut juga yatim piatu) dan bahwa tidak ada orangtua kehilangan catatan anak mereka. Ini juga menjamin bahwa tidak ada catatan induk dapat dihapus sementara orangtua memiliki record setiap anak. Semua ini ditangani pada tingkat database dan tidak memerlukan coding cek integritas ke dalam setiap aplikasi.

sumber

http://ghea-gayatri.blogspot.co.id/2012/03/integritas-data-dalam-basis-data.html

http://simbuda.blogspot.co.id/2013/05/integritas-data.html

Rovincia, A.R. (2015).“Kasus dan Pembahasan PT. KAI”.diakses dari : https://www.scribd.com/doc/282242683/Kasus-Pt-Kai (26 Oktober 2015)